Rabu, 31 Oktober 2012

PACARAN


PACARAN ?


            Siapa sih yang tidak mengenal kata Cinta ? semuanya pasti tahu dan kenal dengan apa yang disebut dengan cinta. Cinta tidak akan pernah bisa berhenti dengan satu, dua, tiga bahkan beribu pengertian. Karena cinta itu sendiri akan memilki makna dengan apa yang telah manusia lakukan, rasakan pada setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, bahkan tahunnya.
            Dalam penerapan cinta itu sendiri berbagai macam. Tergantung dengan setiap orang yang ingin mengaplikasikan cinta yang dirasakannya tersebut. Dewasa ini para penikmat cinta sudah terbiasa dan mengenal dengan namanya pacaran. Pacaran merupakan cara atau bentuk aplikasi dalam menerapkan cinta dengan konteks mencari sebuah pasangan “ bagi yang menggunakan”(Moh. Rendra Sakti).
Nah yang menjadi pertanyaan saat ini adalah apa sih yang disebut dengan Pacaran itu?, selama ini tempaknya belum ada pengertian baku tentang pacaran. Namun setidak-tidaknya di dalamnya akan ada suatu bentuk pergaulan antara laki-laki dan wanita tanpa nikah. Pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana sering timbul keinginan untuk main cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai akhirnya sebuah pergaulan ilegal (seks)*.
Nah bagaimana sih Pacaran dalam perspektif Islam ?. Islam telah jelas menyatakan: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Q. S. Al Isra' : 32)
Dari ayat di atas tersebut dijelaskan bahwa segala sesuatu yang berpotensi menimbulkanlebih banyak hal Negatif(seperti halnya zinah) dari pada yang positif maka Islam secara tegas menyatakan HARAM. Sebenarnya masih banyak lagi yang ayat-ayat Al-Qur’an dan Al- Hadist yang mendukung hal tersebut.
Bagaimana dengan Pacaran ?, apakah termasuk dalam perbuatan yang dapat menimbulkan lebih banyak hal negatif dari pada hal positifnya ?. Pernyataan tersebutlah yang membuat beberapa perbedaan. Ada yang pro dan ada juga yang kontra. Sebagian besar Islam telah membentengi Pacaran dengan kata Haram. Namun pada kenyataannya para kaula muda lebih memilih untuk berpacaran dengan alasan, cinta itu fitrah yang telah diberikan Allah dan mengabungkannya dengan istilah Ta’aruf.
   Pada hakikatnya Pacaran itu sendiri tak pernah kita ketahui, dalam artian awal, proses, yang dilakukan  oleh setiap manusia itu berbeda. “Kita tidak pernah bisa menilai sesuatu dari hal positif maupun hal negatifnya saja melainkan dua-duanya dan penilaian tersebut akan lahir dengan berbeda pula dari yang menilai”(Moh. Rendra Sakti).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar