PACARAN ?
Siapa sih yang tidak mengenal kata
Cinta ? semuanya pasti tahu dan kenal dengan apa yang disebut dengan cinta.
Cinta tidak akan pernah bisa berhenti dengan satu, dua, tiga bahkan beribu
pengertian. Karena cinta itu sendiri akan memilki makna dengan apa yang telah
manusia lakukan, rasakan pada setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan,
bahkan tahunnya.
Dalam penerapan cinta itu sendiri
berbagai macam. Tergantung dengan setiap orang yang ingin mengaplikasikan cinta
yang dirasakannya tersebut. Dewasa ini para penikmat cinta sudah terbiasa dan
mengenal dengan namanya pacaran. Pacaran merupakan cara atau bentuk aplikasi
dalam menerapkan cinta dengan konteks mencari sebuah pasangan “ bagi yang
menggunakan”(Moh. Rendra Sakti).
Nah yang menjadi pertanyaan saat
ini adalah apa sih yang disebut dengan Pacaran itu?, selama ini tempaknya belum ada pengertian baku
tentang pacaran. Namun setidak-tidaknya di dalamnya akan ada suatu bentuk
pergaulan antara laki-laki dan wanita tanpa nikah. Pacaran merupakan wadah
antara dua insan yang kasmaran, dimana sering timbul keinginan untuk main
cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai akhirnya
sebuah pergaulan ilegal (seks)*.
Nah bagaimana sih Pacaran
dalam perspektif Islam ?. Islam telah jelas menyatakan: "Dan janganlah kamu mendekati zina;
sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang
buruk." (Q. S. Al Isra' : 32)
Dari ayat di atas tersebut dijelaskan bahwa
segala sesuatu yang berpotensi menimbulkanlebih banyak hal Negatif(seperti
halnya zinah) dari pada yang positif maka Islam secara tegas menyatakan HARAM. Sebenarnya masih banyak lagi
yang ayat-ayat Al-Qur’an dan Al- Hadist yang mendukung hal tersebut.
Bagaimana dengan Pacaran ?, apakah termasuk dalam perbuatan yang dapat menimbulkan
lebih banyak hal negatif dari pada hal positifnya ?. Pernyataan tersebutlah
yang membuat beberapa perbedaan. Ada yang pro dan ada juga yang kontra.
Sebagian besar Islam telah membentengi Pacaran dengan kata Haram. Namun pada
kenyataannya para kaula muda lebih memilih untuk berpacaran dengan alasan, cinta
itu fitrah yang telah diberikan Allah dan mengabungkannya dengan istilah Ta’aruf.
Pada
hakikatnya Pacaran itu sendiri tak pernah kita ketahui, dalam artian awal,
proses, yang dilakukan oleh setiap
manusia itu berbeda. “Kita tidak pernah bisa menilai sesuatu dari
hal positif maupun hal negatifnya saja melainkan dua-duanya dan penilaian
tersebut akan lahir dengan berbeda pula dari yang menilai”(Moh. Rendra
Sakti).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar